Header Ads

Pesona Wisata Jambi Keindahan Indonesia

Pesona wisata. Wilayah Provinsi Jambi dengan ibukotanya Jambi sedang di tengah Pulau Sumatera yang terbentang mulai dari pegunungan Bukit Barisan di unsur barat Pulau Sumatera sampai ke area pantai rawa-rawa di unsur timur yang berhadapan dengan Selat Malaka. Wilayahnya menjangkau luas 53,4 ribu kilometer persegi dan suku-suku yang mendiami wilayah Jambi ialah Kubu, Melayu, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu dan beberapa penduduknya ialah pendatang dari Jawa dan Bali.


Penduduk Jambi banyak sekali beragama Islam, meskipun ada pun yang beragama Kristen, Budha dan Hindu. Adat istiadat Jambi dapat ditonton lewat upacara penyambutan tamu-tamu agung, upacara adat dan kekayaan tarian daerahnya. Salah satu pesta rakyat yang menjadi kegiatan tahunan provinsi ini ialah Festival Danau Kerinci yang memperlihatkan keragaman seni dan kebiasaan Jambi dan sekian banyak  perlombaan yang melibatkan masyarakat banyak.

Pesona wisata Jambi mempunyai kekayaan tumbuhan dan hewan khususnya yang berada di distrik Taman Nasional Kerinci Seblat. Sekitar 40 persen areal taman nasional ini berada di distrik Provinsi Jambi. Di area taman nasional ini ada gunung tertinggi di Sumatera yakni Gunung Kerinci (3805 M), yang sedang di perbatasan antara Jambi dan Sumatera Barat. Di kaki Gunung Kerinci ini, fauna langka laksana harimau dan badak Sumatera masih berkeliaran dengan bebasnya.

Sungai terpanjang di Sumatera, Sungai Batang Hari, ada di Jambi. Air Sungai Batang Hari berasal dari mata air Gunung Rasam (2.585) yang berada di distrik Sumatera Barat. Dari pegunungan itu air mengalir turun sampai membentuk Sungai Batang Hari yang berliku-liku laksana ular sejauh 800 Km mengarah ke ke pantai unsur timur dan lantas membuang air sungai tersebut ke Selat Malaka.

Pesona Wisata Sejarah Jambi
Pesona wisata. Pada mula abad ke-7, suatu kerajaan Melayu tua muncul di sekitar muara Sungai Batang Hari. Kerajaan ini menguasai pelabuhan tua yang ada di muara sungai. Berdasarkan keterangan dari sumber literatur Cina, kerajaan Melayu tua ini mempunyai sekitar 5000 pasukan. Perdagangan di pelabuhan ini berkembang dengan lumayan pesat dan dapat menarik perhatian kerajaan besar Sriwijaya di Palembang. Pada tahun 686, Kerajaan Sriwijaya sukses menaklukan kerajaan Melayu tua dan menguasai pelabuhannya:

Pada mula abad ke-10, Kerajaan Sriwjaya membina kompleks candi yang paling luas di Muara Jambi yang terletak selama 26 Km di unsur timur ibukota Jambi sekarang. Di Muara Jambi ini pun dibangun drainase air dan lokasi penyimpanan air. Para berpengalaman sejarah memperkirakan Muara Jambi sebagai ibukota dari Kerajaan Melayu tua yang berada dibawah pemantauan Kerajaan Sriwijaya. Pesona wisata.

Ketika Kerajaan Sriwijaya runtuh pada mula abad ke-11 maka dominasi Sriwijaya atas Melayu tua selesai pula. Kerajaan Melayu di Jambi sempat menjadi kerajaan yang merdeka sampai kedatangan Kerajaan Majapahit dari Jawa yang pulang menaklukan wilayah ini pada tahun 1278-1520. Setelah runtuhnya Majapahit, Kerajaan Melayu lantas berada dibawah pengaruh kerajaan dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Agama Islam masuk ke Jambi pada abad ke-16 bersamaan dengan kedatangan orang-orang Belanda ke daearah ini. Pada tahun 1616, perusahaan dagang Belanda, The Dutch East India Company, membuka kantornya di Jambi yang lantas membuat kerjasama dagang dengan penguasa Melayu, Sultan Muhammad Nakhruddin. Belanda juga sukses mendapatkan hak monopoli dalam perniagaan lada yang tidak sedikit dihasilkan dari distrik Jambi. Pada tahun 1901, Belanda mengalihkan kantor dagangnya ke Palembang, Sumatera Selatan dan mencungkil pengawasannya atas Jambi. Pesona wisata.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.